KN, BALIKPAPAN – Balikpapan sedang bersiap untuk menorehkan sejarah baru! Kota ini menargetkan menjadi kota modern tanpa kabel udara pada 2026, seperti kota-kota maju di Eropa dan Asia. Tak hanya meningkatkan estetika, langkah ini juga akan menciptakan lingkungan yang lebih aman, nyaman, dan tertata rapi bagi warganya.
Proyek ambisius ini digodok dalam Rapat Kerja di Hotel Gran Senyiur, Senin (23/12). Rapat tersebut menghadirkan para pemangku kepentingan, termasuk Dinas PU, Dishub, Disperkim, DLH, dan Bappeda Litbang. Ketua Komisi III DPRD Balikpapan, H. Yusri, menyatakan bahwa pengalihan kabel udara ke bawah tanah menjadi prioritas untuk menjadikan kota lebih modern dan berdaya saing.
“Kami ingin menciptakan Balikpapan yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga aman dan nyaman untuk masyarakat,” tegas H. Yusri.
Perubahan Dimulai di Jalan Protokol
Langkah ini sebenarnya sudah dirintis sejak 2013, dipelopori oleh PT PLN Cabang Balikpapan. Bersama Telkom, kabel-kabel yang dulu menggantung di udara kini mulai dipindahkan ke bawah trotoar yang telah diperlebar. Beberapa area prioritas seperti Jalan MT Haryono, Jalan Sudirman, dan Jalan Ahmad Yani ditargetkan bebas kabel udara pada 2025.
Transformasi ini juga mencakup revitalisasi Taman Bekapai. Tiang listrik dan kabel akan dipindahkan ke bawah tanah, seperti yang telah diterapkan di kawasan Inti Pusat Pemerintahan Ibu Kota Nusantara (IKN), di mana PT PLN menggunakan Saluran Kabel Tegangan Tinggi (SKTT) 150 kV bawah tanah.
Belajar dari Kota-Kota Modern
H. Yusri mengungkapkan bahwa Balikpapan mengambil inspirasi dari kota-kota besar seperti Singapura, Jepang, dan Korea Selatan. Bahkan, beberapa kota di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, dan Batam telah berhasil menerapkan konsep ini. “Saat kunjungan kerja ke Batam, kami melihat kota tersebut sudah sepenuhnya bebas kabel udara. Ini yang kami harapkan untuk Balikpapan,” ujarnya.
Tantangan dan Harapan
Tentu saja, proyek besar ini tidak luput dari tantangan. Biaya tinggi dan gangguan infrastruktur akibat penggalian menjadi perhatian utama. Namun, dengan pendekatan bertahap dan koordinasi intensif, Balikpapan optimis dapat mencapai targetnya.
Dengan visi besar ini, Balikpapan semakin dekat untuk menjadi kota modern yang memikat—bebas kabel udara, rapi, aman, dan ramah lingkungan. Warga kini bisa menantikan pemandangan kota yang lebih indah dan estetis di masa depan.
“Ini bukan hanya tentang keindahan, tetapi juga kenyamanan dan keamanan warga. Balikpapan harus menjadi inspirasi bagi kota-kota lain di Indonesia,” pungkas H. Yusri.