Investasi Swasta di IKN Mandek, Target Rp 100 Triliun di 2024 Gagal Tercapai

KN, BALIKPAPAN – Ambisi besar Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk menarik investasi swasta hingga Rp 100 triliun pada akhir 2024 menghadapi kenyataan pahit. Hingga Desember 2024, nilai investasi yang berhasil masuk hanya mencapai Rp 58,4 triliun, tanpa ada tambahan sejak Oktober lalu.

Padahal, Otorita IKN telah melakukan berbagai langkah strategis untuk menarik minat investor, termasuk memberikan insentif besar melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75 Tahun 2024 tentang Percepatan Pembangunan IKN. Namun, transisi pemerintahan dari Presiden Joko Widodo ke Presiden Prabowo Subianto tampaknya membuat laju investasi stagnan.

Progres Investasi: Terhenti di Angka Rp 58,4 Triliun

Menurut keterangan resmi dari Otorita IKN pada Selasa (17/12), total investasi Rp 58,4 triliun berasal dari 8 groundbreaking yang telah dilakukan sejak 21 September 2023 hingga 25 September 2024. Beberapa proyek besar yang sudah rampung dan mulai beroperasi di antaranya:

  • Hotel Swissotel Nusantara (Groundbreaking: 21 September 2023, Diresmikan: 13 September 2024).
  • Rumah Sakit Mayapada Nusantara dan Rumah Sakit Hermina Nusantara (Diresmikan: 11 Oktober 2024).

Namun, sejak Oktober 2024, tidak ada proyek baru yang dimulai. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran bahwa target Rp 100 triliun akan sulit dicapai, meski Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Otorita IKN, Mochamad Basuki Hadimuljono, sempat optimistis.

Insentif Besar, Tapi Investor Belum Bergerak

Perpres Nomor 75 Tahun 2024 menawarkan berbagai keuntungan menarik bagi investor, seperti:

  • Hak Guna Usaha hingga 95 tahun.
  • Hak Guna Bangunan dan Hak Pakai hingga 80 tahun.

Kepala Otorita IKN definitif, Mochamad Basuki Hadimuljono, menilai bahwa regulasi ini merupakan daya tarik utama bagi para pengusaha. Selain itu, Otorita IKN juga menggelar berbagai kegiatan berskala nasional dan internasional di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) untuk menciptakan keramaian dan menggairahkan investasi.

Namun, hasilnya belum sesuai harapan. Meski fasilitas infrastruktur seperti jaringan jalan dan Multi Utility Tunnel (MUT) di KIPP terus dikebut, minat investor tampaknya masih perlu dorongan tambahan.

Fokus Pembangunan di 2025

Troy Pantouw, Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik, menjelaskan bahwa pembangunan di KIPP tetap berjalan sesuai rencana. Infrastruktur eksekutif tahap pertama hampir rampung dan akan mulai fungsional pada awal 2025.

Selanjutnya, perhatian akan beralih ke pembangunan infrastruktur legislatif dan yudikatif yang ditargetkan selesai pada 2028. Kawasan 1B dan 1C KIPP juga akan dilengkapi dengan MUT untuk mendukung kegiatan ekonomi dan sosial.

Harapan Besar di Tengah Tantangan

Meskipun target investasi 2024 tidak tercapai, Otorita IKN tetap optimistis bahwa pembangunan IKN akan membawa manfaat besar bagi rakyat Indonesia. Dengan fasilitas modern dan tata kelola yang lebih baik, IKN diharapkan menjadi pusat peradaban baru yang mendukung visi Indonesia maju.

Namun, tantangan untuk menarik minat investor swasta menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan. Apakah strategi baru akan diambil di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo? Waktu yang akan menjawab.

Bagikan:

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

BERITA TERBARU