KN, PENAJAM — Kabar baik datang dari proyek infrastruktur strategis nasional di Kalimantan Timur. Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Basuki Hadimuljono, mengumumkan bahwa pembangunan jalan tol yang menghubungkan Pulau Balang dengan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN akan selesai pada Juni 2025.
Berbicara di Universitas Gadjah Mada (UGM), Sleman, Sabtu (14/12), Basuki menyatakan progres pengerjaan proyek sepanjang 57 kilometer ini telah mencapai lebih dari 50 persen.
“Kalau jalan tol sampai ke IKN, nanti baru selesai Juni 2025. Saat ini pengerjaannya sudah sampai Pulau Balang,” jelasnya.
Menghubungkan Nusantara dengan Efisiensi Waktu Tempuh
Tol Akses IKN ini dirancang untuk menghubungkan Kota Balikpapan dengan KIPP di Penajam Paser Utara, melintasi jalan Tol IKN dan Jembatan Pulau Balang. Dengan keberadaan tol ini, waktu tempuh dari Balikpapan menuju IKN dipangkas signifikan, dari semula 2 jam 15 menit (95 km) menjadi hanya 45 menit (57 km).
“Progres per Desember 2024 sudah sampai Pulau Balang, sekitar 40 kilometer dari total panjang 57 kilometer,” ujar Basuki.
Detail Proyek Tahap 1: Fokus pada Tiga Seksi Utama
Tahap pertama pembangunan Jalan Tol IKN mencakup tiga seksi:
- Seksi 3A Karangjoang-KKT Kariangau sepanjang 13,4 km.
- Seksi 3B KKT Kariangau-Simpang Tempadung sepanjang 7,3 km.
- Seksi 5A Simpang Tempadung-Jembatan Pulau Balang sepanjang 6,7 km.
Ketiga seksi ini menjadi penghubung utama yang akan mempercepat distribusi logistik, perjalanan kerja, dan konektivitas antarwilayah di Kalimantan Timur, khususnya menuju IKN Nusantara.
Percepatan Infrastruktur untuk Mendukung IKN
Jalan Tol Pulau Balang-IKN menjadi bagian dari infrastruktur vital dalam mewujudkan kelancaran mobilitas menuju pusat pemerintahan baru. Tidak hanya mempersingkat jarak, tetapi tol ini juga dirancang untuk mendukung pengembangan kawasan strategis dan meningkatkan daya tarik investasi di sekitar IKN.
“Kita terus memastikan pengerjaan berjalan sesuai target. Jalan ini akan menjadi urat nadi utama menuju IKN,” tambah Basuki.
Harapan Besar untuk Nusantara
Proyek jalan tol ini tak hanya menjadi penghubung fisik, tetapi juga simbol percepatan pembangunan Ibu Kota Nusantara sebagai pusat pemerintahan yang efisien dan modern.
Dengan target rampung pertengahan 2025, proyek ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan infrastruktur jangka panjang di wilayah ini, sekaligus mendukung kelancaran operasional Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) di IKN Nusantara.